Sabtu, 13 April 2013

Menanam Cabe Dalam Pot




Lahan yang sempit membuat kegiatan berkebun terkadang jadi sedikit terhambat. Tetapi, itu bukan berarti kita tidak bisa menanam apa-apa. Dengan memanfaatkan area seadanya, kegiatan berkebun justru bisa menjadi lebih berkualitas dan menyenangkan. Menanam cabe dalam pot misalanya, selain kondisinya lebih mudah dikontrol juga dapat difungsikan sebagai tanaman hias. Apalagi jika menggunakan pola bercocok tanam dengan sistem vertikultur (ditanam bertingkat), pasti terlihat lebih artistik dan hasilnya pun akan berlipat bila dibandingkan dengan sistem konvensional yang ditanam di lahan secara langsung dalam luas areal yang sama.

Menyiapkan Bibit
Bibit merupakan faktor yang paling menentukan dalam budidaya suatu tanaman. Meskipun pemeliharaan telah dilakukan secara maksimal, tetapi tidak akan memperoleh hasil yang optimal kalau bibit yang ditanam dari benih yang kurang baik. Untuk memperoleh benih yang baik adalah:
1.     Pilih buah cabe yang sehat, lebih besar dari yang lainnya dan matang sempurna.
2.     Buang bagian pangkal dan ujungnya.
3.     Sayat bagian buah yang tersisa, kemudian ambil bijinya.
4.     Jemur ditempat yang tidak terkena sinar matahari langsung selama tiga hari.

Langkah berikutnya adalah menyemai benih yang sudah kering untuk dijadikan bibit. Kegiatan menyemai ini diawali dengan merendam benih dengan air hangat selama kurang lebih 30 menit. Selanjutnya benih direndam sehari semalam dalam larutan perangsang akar. Cara membuat larutan perangsang akar dibahas pada topik Meningkatkan Produksi Padi (2).

Benih yang masih mengapung setelah sehari semalam direndam harus dibuang, karena benih tersebut pertumbuhannya tidak akan maksimal. Untuk benih yang tenggelam bungkus dengan kain basah dan biarkan sehari semalam lagi. Keesokan harinya benih baru disemaikain.

Persemaian harus disiapkan bersamaan dengan kegiatan merendam benih. Media yang digunakan berupa tanah gembur yang dicampur pupuk kandang yang sudah matang dengan perbandingan sama banyak. Masukan media persemaian ke dalam plastik es yang diameternya 3-5 cm dan untuk tingginya cukup 6 cm saja. Basahi media dengan larutan perangsang akar hingga lembab. Selanjutnya, semaikan benih satu per satu. Atasnya tutup dengan media, tipis saja, supaya benih tidak terlihat. Selama benih belum tumbuh kondisi media harus selalu lembab dan waspada terhadap pencurian benih yang dilakukan semut. Benih siap untuk dijadikan bibit dan dipindah tanamkan apabila sudah memiliki empat helai daun sempurna.

persemaian cabe
Persemaian Cabe

Media Tanam
Media tanam merupakan tempat berkembangnya akar dalam menunjang pertumbuhan tanaman. Dari media tanam ini tanaman menyerap makanan yang berupa unsur hara melalui akarnya. Media tanam harus sudah siap paling lambat dua minggu sebelum tanam supaya terjadi pemadatan media yang sempurna. Media yang baik untuk digunakan terdiri dari tanah gembur atau top soil, kompos, dan sekam padi dengan perbandingan volume sama banyak. Aduk ketiga bahan tadi sampai tercampur rata, kemudian masukan ke pot atau polybag yang memiliki diameter minimal 30 cm.

Bahan-bahan di atas memiliki fungsi yang berbeda, namun satu sama lain saling mendukung. Tanah dengan sifat koloidnya memiliki kemampuan untuk mengikat unsur hara dan melalui air unsur hara dapat diserap oleh akar dengan prinsip pertukaran kation. Sekam gunanya untuk menampung/mengikat air dalam tanah, sedangkan kompos untuk menjamin tersedianya bahan penting yang akan diuraikan menjadi hara yang diperlukan oleh tanaman.

Sebaiknya kompos yang digunakan adalah kompos yang terbuat dari sampah dapur dan sampah rumah tangga. Tujuannya adalah untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan, minimalnya yang ada di sekitar kita, dari permasalahan-permasalahan yang ditimbulkan oleh sampah. Disamping itu, untuk menghemat biaya dalam pengadaan kompos. Cara pembuatan kompos berbahan baku sampah ini bisa dilihat pada topik Mengubah Sampah Jadi Berguna atau Manfaat Sampah Rumah Tangga.

Penanaman
Seminggu sebelum tanam, media disiram dengan dua gelas MOL Keong Mas secara merata. Sebelum disiramkan, MOL harus dicampur air terlebih dahulu dengan dosis dua gelas MOL ditambah seember air (kira-kira 10 liter). Begitu juga sehari sebelum tanam, media harus disiram lagi menggunakan MOL dengan dosis yang sama, tetapi dalam penyiraman cukup segelas saja.

Bibit yang ditanam hanya bibit yang sudah memiliki minimal empat daun sempurna, sehat dan pertumbuhannya bagus. Proses penanamannya adalah:
1.     Buat lubang persis di tengah-tengah media, kira-kira lebih besar sedikit dari ukuran media bibit.
2.     Buka plastik bibit dengan cara merobeknya. Saat merobek plastik harus berhati-hati jangan sampai merusak media dan mengakibatkan banyak akar yang terputus.
3.     Masukan bibit ke lubang yang telah dibuat.
4.     Tutup media bibit dengan media bekas pembuatan lubang, lalu ratakan.
5.     Siram media tanam dengan air biasa sampai kebas.

Apabila cuaca panas, sebaiknya tanaman diberi pelindung dari pelepah pisang yang ditekuk menjadi dua bagian kemudian disungkupkan menutupi bibit menyerupai bentuk segitiga sama kaki. Pemberian pelindung ini dimaksudkan supaya bibit yang baru ditanam tetap segar dan tidak mengalami kelayuan.

Perawatan Tanaman
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan tanaman adalah:
1.     Penyiraman dilakukan secara rutin, setiap pagi dan sore hari. Kegiatan ini tidak perlu dilakukan apabila cuaca hujan atau tanaman dikocor dengan MOL.
2.     Mulai umur 7 hari sampai keluar bunga tanaman dikocor menggunakan MOL Keong Mas dengan dosis dua gelas/ember air. Setiap tanaman cukup diberi satu gelas dan diulang seminggu sekali.
3.     Sejak tanaman berbunga sampai habis masa panen pengocoran tanaman menggunakan MOL Rebung Bambu dengan dosis dan cara pengaplikasian sama seperti di atas. Mengenai pembuatan MOL diuraikan di bawah.
4.     Penyemprotan menggunakan EM TANI 3 setiap lima hari sekali dengan dosis dua sdm/liter air.
5.     Perempelan daun-daun tua, bunga pertama dan seluruh tunas yang keluar dari ketiak daun di bawah percabangan pertama.
6.     Pencabutan tanaman liar atau rumput yang tumbuh di media tanam sekaligus dengan mengemburkan medianya.
7.     Jika terjadi tanda-tanda serangan hama atau penyakit, untuk menanggulanginya, lakukan dengan menyemprotkan pestisida organik.

cabe dalam pot
Tanaman tumbuh normal

MOL Rebung Bambu
Terdiri dari Rebung Bambu ½ kg, Air Cucian Beras 8 liter, Air Kelapa 2 liter, Buah-buahan Apkir 2 kg, Gula Merah ½ kg dan EM TANI 1 ½ liter. Cara pembuatanya adalah:
1.     Rebung dan buah-buahan diparud/diblender/ditumbuk sampai halus.
2.     Masukan kedalam ember atau drum plastik.
3.     Tambahkan gula yang sudah diiris-iris, air cucian beras, air kelapa dan EM TANI 1, lalu aduk sampai merata.
4.     Selanjutnya drum ditutup rapat.
5.     Setiap tiga hari sekali tutup dibuka dan cairan bahan diaduk-aduk selama kurang lebih 15 menit. Gunakan pengaduk yang bersih dan terbuat dari kayu/bambu/plastik.
6.     Setelah dua minggu cairan disaring dan larutan siap untuk digunakan.
Kategori: Budidaya, Pupuk Cair



Perangsang akar
Perangsang akar tidak perlu dibeli, bikin saja sendiri. Caranya, ambil bawang merah, yang jelek-jelek saja, kira-kira sebanyak 1 ons kemudian ditumbuk (tidak perlu halus). Rendam dengan ½ liter air. Setelah didiamkan selama 1 jam saring dan ambil airnya. Campurkan air hasil saringan dengan 5 liter air yang akan digunakan untuk merendam benih.



Selain hal-hal di atas, keong mas juga bisa dimanfaatkan untuk pembuatan MOL (mikroorganisme lokal) dan nantinya bisa didigunakan untuk memupuk tanaman padi. Bahan-bahan yang diperlukan adalah daging keong mas 1 kg, gula merah ¼ kg atau diganti dengan buah maja (Sunda: Berenuk) 1 buah dan Air kelapa 1 liter. Sedangkan cara pembuatanya sebagai berikut:

1.     Daging keong mas ditumbuk sampai halus.
2.     Tambahkan gula yang sudah diiris tipis hingga tercampur merata.
3.     Masukkan ke dalam ember atau drum, tambahkan air kelapa dan aduk sampai merata.
4.     Tutup rapat ember dengan plastik.
5.     Untuk aerasi gunakan selang plastik. Ujung luar selang plastik dicelupkan ke air di dalam botol yang telah diberi cairan pemutih. Fungsi dari cairan pemutih ini adalah untuk menghindari kontaminasi dari luar.
6.     Setelah 2 minggu disaring, dan larutan siap untuk digunakan.

MOL bisa digunakan untuk menyemprot tanaman atau untuk pembuatan kompos. Untuk penyemprotan, gunakan ½ liter MOL untuk setiap tangki yang berkapasitas 14 liter. Penyemprotan perlu diulang setiap 2 minggu sekali. Sedangkan untuk pembuatan kompos, 1 liter MOL dilarutkan kedalam 4 liter air dan tambahkan gula 1 ons, diaduk sampai tercampur merata kemudian siramkan ke bahan kompos.



Yi, Effective Microorganisme atau yang lebih dikenal dengan sebutan EM téh, ternyata hasil proses permentasi dengan bantuan microorganisme (bakteri) yang berguna untuk mengembalikan dan meningkatkan kasuburan tanah. Selain bisa dimanpaatkan langsung sebagai nutrisi tanaman, juga dapat digunakan untuk aktipator dalam pembuatan berbagai macam pupuk hayati, baik yang bersipat padat saperti kompos atawa bokashi, maupun yang bersipat cair, misalnya saja MOL.

Sekarang téh banyak produk EM pabrikan dengan berbagai macam merek dan nama, dari yang termurah sampai harga yang paling mahal, beredar dipasaran. Ayi tinggal pilih sesuai dengan kabutuhan dan kamampuan daya beli tentunya. Tapi terus terang saja, Akang mah dari pada beli lebih suka bikin sendiri dengan memanpaatkan bahan-bahan yang murah, mudah diperoleh dan ada disekitar kita. Kualitasnya pun bisa sebaik bahkan lebih baik dari hasil industri pabrikan.

Ah..... éta mah bisa-bisanya si Akang saja, padahal mah teu bogaeun duitlah, he..... he..... he.....

Ih ari mang Komén, tong dibéjakeun modalna atuh, mang!!!

EM yang Akang buat ini téh dinamakan EM TANI, alias EM buaTAN sendirI, he..... he..... he..... Kalau Ayi mau bikin juga silahkan! Ini cara-caranya:

EM TANI 1
Bahan terdiri dari susu murni 1 liter, isi usus ayam atau kambing secukupnya (semakin banyak semakin baik), tarasi yang terbuat dari kepala/kulit udang atau kepala ikan 250 gr, gula pasir, bakatul dan nanas masing-masing 1 kg, serta air tanah 10 liter.

Untuk pembuatannya, tarasi dihancurkan, campurkan dengan gula pasir, bakatul, nanas yang sudah diparud/diblender dan air, lalu panaskan sampai mendidih. Setelah dingin tuangkan campuran tersebut kedalam ember, tambahkan susu dan isi usus, aduk hingga rata. Tutup ember dengan rapat. Biasanya setelah 12 jam akan timbul gelembung-gelembung dipermukaan. Apabila sudah mengental/lengket, tandanya EM sudah jadi dan bisa digunakan.

Yang perlu diperhatikan, jangan menggunakan susu yang sudah basi karena kemampuan bakterinya sudah berkurang dan apabila tercium bau tidak sedap, untuk pembuatan berikutnya jumlah nanas harus ditambah.

EM TANI 2
Terbuat dari buah-buahan yang sudah masak dan gula merah. Caranya, buah-buahan dihancurkan, boleh diblender atau diparud, lalu disaring dan diambil airnya (sarinya). 1 kg gula merah dicairkan dengan 1 liter air. Sari buah dicampur dengan cairan gula merah dengan perbandingan polume 1:1. Simpan larutan pada tempat yang terbuat dari gerabah di tempat sejuk. Setelah 15 hari larutan sudah menjadi EM.

EM TANI 3
Air cucian beras (leri) yang kental 1 liter, EM TANI 100 cc, air tape 300 cc, cuka 100 cc dan gula pasir 100 gr. Semua bahan dicampur jadi satu dalam tempat atau wadah tertutup. Kocok setiap pagi dan sore. Setelah 15 hari larutan tersebut sudah dapat digunakan sebagai EM.

Kelebihan dari EM TANI yang ketiga ini, selain untuk pupuk juga dapat digunakan sebagai pengendali hama tanaman, diantaranya wereng, ulat, walangsangit dan serangga. Caranya, semprotkan ketanaman dengan dosis 1 sendok makan untuk 1 liter air.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar